ISO 14001:2015 Backbone Dalam Pengelolaan Lingkungan

ISO 14001:2015 Backbone dalam Pengelolaan Lingkungan

Dari slide tersebut diinformasikan bahwa penerapan ISO 14001:2015 di PHE Jambi Merang yang sertifikasinya dilaksanakan pada tahun 2012 telah menjadi backbone dalam pengelolaan lingkungan di PHE Jambi Merang. Keuntungan yang didapat dari pengelolaan lingkungan tersebut diantaranya terkait dengan penaatan peraturan, mencegah resiko bisnis akibat pencemaran, Proper Hijau, meningkatkan komunikasi dengan pemangku kepentingan dan meningkatkan citra perusahaan. Dari apa yang telah didapatkan tersebut beberapa isu global juga menjadi perhatian PHE Jambi Merang diantaranya isu pemanasan global dan perubahan iklim, kontaminasi air dan tanah, hujan asam, biodiversity dan pengurangan sumber daya dapat dikelola. Prestasi yang cukup mambanggakan adalah pencapaian meraih Proper Emas selama empat tahun berturut yaitu 2016, 2017, 2018 dan 2019. 

Penggunaa standar ISO 14001:2015 atau SNI ISO 14001:2015 sebagai backbone dalam pengelolaan lingkungan merupakan langkah yang tepat dalam pengelolaan lingkungan organisasi. Berikut adalah beberapa informasi terkait ISO 14001 dan penerapannya sehingga dapat dijadikan backbone atau driver dalam pengelolaan lingkungan. Pertama, ISO 14001 memberikan kerangka kerja kepada organisasi untuk melindungi lingkungan dan tanggap terhadap perubahan kondisi lingkungan dalam menyeimbangkan kebutuhan sosial dan ekonomi. Kerangka kerja tersebut menjadi pedoman pengelolaan lingkungan dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi. 

Kedua, dalam penerapannya ISO 14001 merupakan bagian dari sistem manajemen dari suatu organisasi yang digunakan untuk mengelola aspek lingkungan, memenuhi kewajiban penaatan dan menangani resiko dan peluang. ISO 14001 fokus pada pengelolaan aspek lingkungan, kewajiban penaatan dan penanganan resiko dan peluang namun ISO 14001 juga merupakan bagian dari sistem manajemen organisasi yang mengindikasikan bahwa ISO 14001 dapat diintegrasikan ke dalam sistem manajemen organisasi menjadi bagian dari sistem manajemen yang telah ada atau sebaliknya. Sebagai contoh adalah pengintegrasian ISO 14001 dengan sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001 sistem manajemen mutu dan ISO 45001 sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.  Dimana kedua standar tersebut mempunyai pendekatan yang sama dan struktur standar yang sama yang mengadopsi pendekatan High Level Structure

Ketiga, ada tiga hasil yang diharapkan dari penerapan ISO 14001 yaitu meningkatkan kinerja lingkungan, memenuhi kewajiban penaatan dan mencapai sasaran lingkungan. Kewajiban penaatan dalam ISO 14001 diartikan sebagai persyaratan hukum yang harus ditaati oleh suatu organisasi dan persyaratan lain yang harus atau dipilih oleh orgasnisasi untuk ditaati sehingga dengan menerapkan ISO 14001 suatu organisasi harus menaati persyaratan hukum baik diwajibkan, dipersyaratan dan dipilih untuk ditaati yang terkait penerapan ISO 14001. Pencapaian sasaran lingkungan dimaksudnya dengan menerapkan ISO 14001 ada kerangka kerja yang dapat digunakan untuk mencapai sasaran lingkungan yang ditetapkan. Sasaran lingkungan dan pencapaiannya tersebut ditetapkan sendiri oleh organisasi dengan mempertimbangkan hal-hal terkait. 

Keempat, ISO 14001 menggunakan pendekatan top down dimana kepemimpinan memiliki peran penting dalam menjaga efektifitas penerapannya. Komitmen Pimpinan Puncak menjadi dasar penenerapan ISO 14001 dimana dengan komitmen tersebut Pimpinan Puncak akan menyediakan sumber daya yang diperlukan agar ISO 14001 dapat berjalan dengan efektif. Selain komitmen efektifitas penerapan ISO 14001 menjadi tanggung jawab Pimpinan Puncak sehingga Pimpinan Puncak harus mengetahui penerapan ISO 14001. Walaupun demikian untuk beberapa hal Pimpinan Puncak dapat mendelagasikan pekerjaan terebut.

Kelima, ISO 14001 harus terintegrasi dalam strategi bisnis organisasi  sehingga dalam pengambilan keputusan organisasi harus mempertimbangkan faktor lingkungan atau program pengelolaan lingkungan.

Keenam, ISO 14001 menawarkan strategi komunikasi yang efektif baik kepada pihak internal maupun eksternal organisasi. Dengan model komunikasi tersebut diharapkan komunikasi terkait penerapan ISO 14001 di organisasi baik internal maupun eksternal akan berjalan dengan efektif sehingga dapat mendukung pelaksanaan program pengelolaan lingkungan yang telah ditetapkan.