Resource Efficiency & Cleaner Production
Modefikasi Produk

Modefikasi Produk

Resource Efficiency and Cleaner Production (RECP) merupakan salah satu perangkat lingkungan yang mencoba untuk melakukan efisiensi sumber daya disepanjang daur hidup produk. RECP merupakan suatu konsep dalam melakukan proses produksi dengan meningkatkan produktivitas dari sumber daya sehingga digunakan secara maksimal. Ketika sumberdaya berupa air, energy dan material digunakan secara maksimal maka hasil sampingan yang tidak diharapkan berupa sampah, limbah cair dan polusi udara dapat ditekan.

Ada delapan teknik Cleaner Production/Produksi Bersih (CP) yang digunakan untuk penerapan RECP. Delapan teknik tersebut adalah :

  1. Good Housekeeping;
  2. Merubah masukan;
  3. Mengganti teknologi;
  4. Penggunaan dan pengolahan kembali di tempat;
  5. Produksi produk sampingan yang berguna;
  6. Mofidikasi produk;
  7. Pemantaun proses lebih baik;
  8. Modeifikasi peralatan.

Pada tulisan ini kita coba bahas salah satu teknik tersebut yaitu modifikasi produk. Pada teknik ini yang dilakukan adalah dengan melakukan modifikasi terhadap produk yang dihasilkan sehingga dapat melakukan peningkatan produktivitas dari sumber daya yang digunakan. Modifikasi produk dapat berupa modifikasi produk, bagian dari produk dan kemasan produk, Pertimbangan modifikasi adalah :

  1. Ketika produk digunakan;
  2. Pada proses produksi;
  3. Bentuk produk;
  4. Setelah tidak lagi digunakan.

Pada tulisan ini kita akan melihat modifikasi pada bentuk. Modifikasi pada bentuk dapat berupa modifikasi bentuk  keseluruhan dari produk, bagian dari produk atau penunjang produk lainnya. Pada foto di atas terlihat contoh dari modifikasi bagian dari produk yaitu pada tutup botol yang berwarna transparan. Pada tutup botol sebelah kanan adalah tutup botol awal produk. Dimana tutup botol tersebut berdimensi tinggi 4,3 cm dengan diameter 2,5 cm. Tutup botol sebelah kiri adalah tutup botol untuk produk yang sama yang telah dimodifikasi menjadi lebih kecil dengan dimensi tinggi 2,5 cm dan diameter 1,2.

Contoh dari kedua tutup botol tersebut menunjukkan bahwa produsen berusaha untuk efisien dalam menggunakan sumber daya dalam menghasilkan tutup botol. Dimana dimensinya lebih kecil sehingga dapat mengurangi sumber daya yang digunakan namun fungsi serta kualitas dari tutup botol tersebut tetap terjaga. Ada selisih 1,8 cm untuk tinggi dan 1,3 cm untuk selisih diameter tutup botol. Selisih tersebut dapat diartikan sebagai penghematan dari material yang digunakan dan mungkin juga menghemat dari proses produksi. Jika didapati penghematan dari proses produksi maka akan terjadi penghematan dari segi penggunaan energi dan lain-lain.